One of the most commonly used compressors in industrial setting is Rotary Screw Compressor. These compressors are a type of gas compressor & are used to supply compressed air for general industrial applications.
The efficiency of this mechanism is reliant on close fitting clearances between the helical rotors and the chamber for sealing of the compression cavities. They are used in a varied range of application.
The main concern for these machines is during cold weather. Simple maintenance of these machines can solve many problems & failures during winter season. As these compressors have bypass valves in there oil cooling system, it helps to protect its part in cold weather.
We have come up with new range of compressors that makes minimal noise & satisfies the demands of industrial requirement. Ranging from Silver series, CRS series, Airblok, SD series to Direct drive series.
Technologically advanced Silver series use 5.5 to 15 HP that makes minimal noise.
CRS- CRS D Series is modular designed with wide choice of 77 different combinations & includes compressors of 5.5 to 40 HP. It’s available in version of compressor, compressor + air tank, compressor + air dryer, compressor + air tank + air dryer.
Airblok range offers 10 to 60 HP belt driven rotary screw compressors.
Variable Speed offer SD Series of variable speed compressors from 10 to 270 HP produces exactly the volume of air that a production cycle needs.
Airblok DR series are direct drive rotary screw compressors from 75 to 270 HP & are today’s solution to ever-demanding requirement.
Manufacturing experience have produced the most reliable, energy efficient, quiet running rotary screw compressors available today, with a customer friendly design that is easy to maintain and service.
Minggu, 28 Februari 2010
Rotary Screw Compresor
Penulis
Dharma
di
21.28
0
komentar
Link ke posting ini
Label: artikel lain
Klik Dapat Uang
PTC (Paid To Click) adalah cara mendapatkan uang gratis di internet. Kita akan dibayar oleh website penyedia layanan PTC setiap kita meng-klik iklan yang mereka hadirkan.
Website PTC mendapatkan keuntungan dari pemasang iklan ketika iklan tersebut dilihat/di-klik. Agar iklannya di-klik maka Website PTC membayar kita untuk meng-klik iklan mereka.
Untuk dapat menerima pembayaran dari Website PTC kita harus mempunyai rekening Bank (BCA,BRI,Mandiri, dll) tetapi ada sebagian yang menggunakan cek yang dikirim ke alamat penerima.
Sebagian PTC 100% GRATIS. PTC hanya bermodalkan browsing. Tidak ada biaya pendaftaran, tidak ada acara transfer2an uang, !! Asal ada koneksi internet (baik di rumah ataupun warnet, tetapi lebih disarankan di rumah demi kenyamanan) kita dapat ikutan PTC kapanpun dan dimanapun.
Salah satu PTC yang dapat diikuti adalah :
http://klikrupiah.com/register.php?r=d3p3
http://duitbux.com/?r=d3p3
http://e-mailptr.com/pages/index.php?refid=d3p3
Keuntungan PTC
Untuk http://klikrupiah.com/register.php?r=d3p3 nilainya Rp.100,-/klik,sedangkan http://e-mailptr.com/pages/index.php?refid=d3p3 berbeda-beda untuk tiap kliknya dan nilainya dalam $.
Sebagai contoh jika dalam sehari Anda melakukan 10 klik, maka penghasilan Anda di http://klikrupiah.com/register.php?r=d3p3 perharinya adalah 10 x Rp.100,- = Rp.1000,-. Berikut ini ilustrasi penghasilan dari PTC:
1 hari
= 10 klik iklan x Rp.100,-
= Rp.1.000,-
1 minggu
= Rp.1000,- x 7 hari
= Rp.7.000,-
1 bulan
= Rp.7.000,- x 30 hari
= Rp.210.000,-
Jumlah Rp.210.000,- memang masih kecil, tapi dalam PTC kita bisa mencari downline (orang yang diajak ikutan PTC oleh kita). Dengan mempunyai downline maka penghasilan downline akan menjadi penghasilan Anda juga. Misalkan Anda mempunyai 20 orang downline, dan masing-masing downline melakukan hal yang sama seperti Anda, maka penghasilan Anda :
1 hari
= 10 klik iklan x Rp.100,- x 20 orang downline
= Rp.20.000,-
1 minggu
= Rp.20.000,- x 7 hari
= Rp.140.000,-
1 bulan
= Rp.140.000,- x 30 hari
= Rp.4.200.000,-
Jumlah Rp.4.200.000,- adalah hanya dari 1 Website PTC. Jika Anda mengikuti 10 Website PTC, maka penghasilan Anda:
Rp.4.200.000,- x 10 website PTC = Rp.42.000.000,- (empat puluh dua juta rupiah), ini adalah nilai yang besar untuk ukuran orang Indonesia, bayangkan dalam perbulan Anda bisa menghasilkan sejumlah tersebut.
Mengikuti PTC tidak sulit. Setidaknya ada 4 langkah yang bisa kita lakukan untuk mengikuti program PTC, yaitu:
1. Mendaftar di Website PTC
http://klikrupiah.com/register.php?r=d3p3
http://duitbux.com/?r=d3p3
http://e-mailptr.com/pages/index.php?refid=d3p3
Halaman depan http://e-mailptr.com/pages/index.php?refid=d3p3
Langkah-langkahnya :
- masuk ke website http://e-mailptr.com/pages/index.php?refid=d3p3
- klik ‘Join’ (lingkaran merah)
- isikan alamat email Anda ke dalam box isian ‘Please enter your email addres to sign up :’ lalu klik ‘continue’
Selanjutnya akan ada pemberitahuan melalui email Anda, buka inbox email Anda dan cari email dari e-mailptr.com lalu klik linknya (biasanya berwarna biru)
Setelah muncul,isikan biodata Anda yang sebenarnya sesuai dengan KTP karena ini ada kaitannya pada saat Anda mencairkan dana di bank
complete the sign up process, you must provide the requested information below.
Top of Form
Username:
Use letters and numbers only
isikan nama unik Anda (bisa gabungan angka dan huruf), nanti dipakai saat Anda login
E-Mail:
...isikan alamat email Anda
Send emails to:
ada 3 pilihan dimana site inbox berarti iklan yang harus Anda klik ada di inbox web emailptr Anda, jika pilih ‘email’ akan dikirimkan ke email Anda atau bisa keduanya.
First Name:
isikan nama depan Anda sesuai KTP
Last Name:
isikan nama belakang Anda sesuai KTP
Address:
isikan alamat Anda sesuai KTP
City:
Isikan asal kota Anda mis, Yogyakarta, Medan, dll.
State:
pilih ‘N/A’ karena Indonesia tidak ada dalam pilihan.
Other:
Isikan Indonesia
Zip Code:
isikan kode pos Anda
Country:
Pilih Indonesia
Referred by:
Isikan dengan d3p3, ini adalah username orang yang memperkenalkan Anda tentang e-mailptr.com
(If no referrer, a GoldMember will be assigned)
Select categories of interests to you:
pilih check bagi Anda yang tidak punya rek. di internet, dimana check nantinya akan dikirim ke alamat Anda jadi sangat penting alamat sesuai KTP
Payment account ID:
kosongkan karena Anda memilih Check, ini adalah no rek. di internet.
Password:
isikan pasword, sebaiknya gabungan angka dan huruf serta acak, jangan tanggal lahir, nama, identitas lainnya yang mudah ditebak.
Confirm Password:
isikan lagi pasword yang tadi Anda tulis
lalu klik ‘sign up’
Bottom of Form
2. Meng-klik iklan di PTC
3. Mencairkan penghasilan di PTC
1. Mencari downline (mengajak orang lain mengikuti PTC)
Mencari downline adalah bukan merupakan kewajiban kita, seandainya kita tidak mempunyai downline-pun kita masih bisa mendapatkan penghasilan. Namun, dengan mencari downline penghasilan kita akan cepat menjadi besar, karena selain pendapatan dari hasil klik kita, kita juga berhak mendapatkan sekian persen (%) dari pendapatan downline kita. Besarnya % pendapatan ditentukan oleh aturan PTC bersangkutan (biasanya 50%).
Jadi misalnya A mendapat downline B. Maka ketika B mengklik iklan, secara otomatis A mendapat 50% dari nilai klik B. Misal kalo per-kliknya Rp 100, maka A mendapat secara otomatis Rp 100 x 50% = Rp 50 . Rp 50 ini tidak diambil dari B, tapi diberikan oleh website PTC, tanpa mengganggu penghasilan B.
Bagaimana mendapatkan downline?
Sebagai contoh setelah Anda mendaftar di http://klikrupiah.com/register.php?r=d3p3, Anda login kemudian klik menu "Akun", kemudian klik "Kode Referals dan Baner". Pada halaman tersebut Anda akan melihat link seperti ini : http://klikrupiah.com/register.php?r=d3p3 Ini adalah Link Refferal namanya dan setiap user mempunyai link refferal yang berbeda-beda.
Gunakan link ini untuk mengajak orang lain mengikuti PTC yang sama, dalam hal ini http://klikrupiah.com/register.php?r=d3p3. Misalnya jika Anda ingin mengajak si A, maka Anda cukup bilang : "Hai A, ikutan PTC di KlikRupiah yuk, dapat duit gratis dari internet lho. Jika mau join klik/daftar disini http://klikrupiah.com/register.php?r=d3p3"
Semakin banyak downline, semakin besar penghasilan PTC Anda.
2. Mengikuti PTC yang lain
Semakin banyak PTC tentunya semakin banyak penghasilan Anda. Namun, jangan asal mengikuti PTC. PTC yang Anda ikuti harus sudah terbukti membayar membernya. Jangan terbuai dengan komisi per-klik yang besar. Anda dapat mengikuti website-website PTC.
Klik link berikut ini untuk mengikuti PTC-PTC yang lain :
http://e-mailptr.com/pages/index.php?refid=d3p3
Penulis
Dharma
di
21.22
0
komentar
Link ke posting ini
Label: artikel lain
Sabtu, 27 Februari 2010
Jenis-Jenis Sistem Informasi

Sistem informasi dikembangkan untuk tujuan yang berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan bisnis. Sistem informasi dapat dibagi menjadi beberapa bagian :
1. Transaction Processing Systems (TPS)
TPS adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. TPS berfungsi pada level organisasi yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan eksternal. Data yang dihasilkan oleh TPS dapat dilihat atau digunakan oleh manajer.
2. Office Automation Systems (OAS) dan Knowledge Work Systems (KWS)
OAS dan KWS bekerja pada level knowledge. OAS mendukung pekerja data, yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya menganalisis informasi sedemikian rupa untuk mentransformasikan data atau memanipulasikannya dengan cara-cara tertentu sebelum menyebarkannya secara keseluruhan dengan organisasi dan kadang-kadang diluar organisasi. Aspek-aspek OAS seperti word processing, spreadsheets, electronic scheduling, dan komunikasi melalui voice mail, email dan video conferencing.
KWS mendukung para pekerja profesional seperti ilmuwan, insinyur dan doktor dengan membantu menciptakan pengetahuan baru dan memungkinkan mereka mengkontribusikannya ke organisasi atau masyarakat.
3. Sistem Informasi Manajemen (SIM)
SIM tidak menggantikan TPS , tetapi mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari TPS, termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan. SIM menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, dan juga dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).
4. Decision Support Systems (DSS)
DSS hampir sama dengan SIM karena menggunakan basis data sebagai sumber data. DSS bermula dari SIM karena menekankan pada fungsi mendukung pembuat keputusan diseluruh tahap-tahapnya, meskipun keputusan aktual tetap wewenang eksklusif pembuat keputusan.
5. Sistem Ahli/Sistem Pakar (Expert System) dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI)
AI dimaksudkan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara cerdas. Dua cara untuk melakukan riset AI adalah memahami bahasa alamiahnya dan menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem sampai kesimpulan logiknya. Sistem ahli menggunakan pendekatan-pendekatan pemikiran AI untuk menyelesaikan masalah serta memberikannya lewat pengguna bisnis. Sistem ahli (juga disebut knowledge-based systems) secara efektif menangkap dan menggunakan pengetahuan
seorang ahli untuk menyelesaikan masalah yang dialami dalam suatu organisasi. Berbeda dengan DSS, DSS meningalkan keputusan terakhir bagi pembuat keputusan sedangkan sistem ahli menyeleksi solusi terbaik terhadap suatu masalah khusus. Komponen dasar sistem ahli adalah knowledge-base yaikni suatu mesin interferensi yang menghubungkan pengguna dengan sistem melalui pengolahan pertanyaan lewat bahasa terstruktur dan anatarmuka pengguna.
6. Group Decision Support Systems (GDSS) dan Computer-Support Collaborative Work Systems (CSCW)
Bila kelompok, perlu bekerja bersama-sama untuk membuat keputusan semi-terstruktur dan tak terstruktur, maka group Decision support systems membuat suatu solusi. GDSS dimaksudkan untuk membawa kelompok bersama-sama menyelesaikan masalah dengan memberi bantuan dalam bentuk pendapat, kuesioner, konsultasi dan skenario. Kadang-kadang GDSS disebut dengan CSCW yang mencakup pendukung perangkat lunak yang disebut dengan “groupware” untuk kolaborasi tim melalui komputer yang terhubung dengan jaringan.
7. Executive Support Systems (ESS)
ESS tergantung pada informasi yang dihasilkan TPS dan SIM dan ESS membantu eksekutif mengatur interaksinya dengan lingkungan eksternal dengan menyediakan grafik-grafik dan pendukung komunikasi di tempat-tempat yang bisa diakses seperti kantor.
Penulis
Dharma
di
21.01
0
komentar
Link ke posting ini
Label: artikel lain
Perkembangan Suratkabar di Indonesia
Sejak pertama kali suratkabar terbit di Batavia 1744, pers Indonesia tidak pernah lepas dari pengekangan. Karena itulah kemudian muncul istilah “pers perjuangan” sebagai media untuk melawan penjajahan. Mengetahui hal itu, pemerintah kolonial Belanda mengharuskan adanya surat izin atau sensor atas penerbitan pers di Batavia, Semarang dan Surabaya. Sejak itu pula, pendapat tentang kebebasan pers terbelah. Satu pihak menolak adanya surat ijin terbit, sensor dan pembredelan, namun di pihak lain mengatakan bahwa kontrol terhadap pers perlu dilakukan.
Pemerintah kolonial kemudian meninggalkan sejumlah aturan yang dibawa ke alam kemerdekaan. Aturan tersebut seperti Druckpers Reglement (UU Pers) yang dikeluarkan pada 1854, Haatzaai Delicten (UU Hukum Pidana Komunikasi Massa) tahun 1856 ataupun Persbreidel Ordonnatie yang dikeluarkan tahun 1931. Isinya jelas, kontrol terhadap pers.
Meski telah dihapus dengan UU No 23/1954, pers Indonesia tidak berarti terbebas dari pemasungan. Seperti dikatakan Presiden saat itu, Soekarno, saat melantik Dewan Pengawas dan Dewan Pimpinan Kantor Berita Antara 15 Oktober 1952. “Saya tidak menginginkan siaran berita yang obyektif, tetapi jelas memihak pada revolusi kita dan menghantam musuh-musuh revolusi.” Karena itu, pers yang bermusuhan dengan revolusi harus dilenyapkan. Sehingga tidak heran, tindakan, tuduhan dan pembredelan pers terjadi berkali-kali.
Seperti pada tahun 1952, telah diambil tindakan bredel terhadap dua suratkabar, Merdeka dan Berita Indonesia, dan 12 tuduhan lainnya terhadap pers. Tuduhan pelanggaran dengan jumlah yang sama juga terjadi di tahun 1953. Pada tahun 1954 hanya terjadi 8 tindakan kemudian meningkat lagi pada tahun 1955 dengan 13 tindakan dan 32 tindakan pada tahun 1956.
Terparah, ketika pada tanggal 14 Maret 1957 saat Indonesia dinyatakan dalam keadaan darurat perang (SOB-Staat van Orlog en Beleg). Pada masa itu, terjadi 125 tindakan terhadap pers, termasuk di dalamnya penutupan tiga kantor berita, pembredelan 10 suratkabar dan penahanan tujuh wartawan.
Pers otoriter juga dikembangkan pemerintahan Orde Baru. Pembredelan, sensor dan perlunya surat izin terbit yang secara resmi dilarang UU Pokok Pers (pasal 4 dan 8 ayat 2), dengan Permenpen 01/1984 pasal 33h yang menghadirkan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP), melestarikan kekangan terhadap pers. Sebab dengan definisi “pers yang bebas dan bertanggung jawab”, SIUPP merupakan lembaga yang menerbitkan pers dan pembredelan.
Terjadinya pembredelan Tempo, Detik, Editor pada 21 Juni 1994, mengisyaratkan ketidakmampuan sistem hukum pers mengembangkan konsep pers yang bebas dan bertanggung jawab secara hukum. Sejarah ketiga media tersebut mengikuti sejarah Fokus, Sinar Harapan, Prioritas dan Monitor, yang semuanya dibredel tanpa proses pengadilan.
Perubahan kekuasaan pada tahun 1998, dari Orde Baru ke Orde Reformasi, membuat pers menemukan kemerdekaanya. Yaitu, ketika Menteri Penerangan saat itu, Yunus Yosfiah, mencabut pemberlakuan SIUPP. Menurut Yunus, kebebasan pers adalah satu pengejawantahan dari keikutsertaan warga negara dalam melaksanakan kekuasaan negara. Ini berarti bahwa kebebasan pers merupakan bagian dari konsep demokrasi bahkan merupakan salah satu unsur fundamental.
Sejak titik balik itulah, pers Indonesia dapat mengabarkan berita secara transparan tanpa kekhawatiran SIUPP yang akan dicabut. Tidak perlu takut lagi untuk menampilkan tokoh-tokoh kontroversial yang menggugat maupun berseberangan dengan pemerintah. Begitu juga, tidak perlu ragu lagi untuk menyajikan berita atau laporan-laporan yang sebelumnya dinilai beresiko.
Dengan dihapuskannya lembaga SIUPP, beberapa media yang sempat ‘mati’, kini pun hidup kembali. Seperti Majalah Berita Mingguan Tempo dan suratkabar Sinar Harapan. Kalaupun tidak menghidupkan yang ‘mati’, dengan segala kemudahan implikasinya kini mudah ditemui suratkabat, majalah, berita radio dan televisi maupun situs berita online baru.
Selain menghapuskan SIUPP, pada tahun 1999 Presiden Abdurrahman wahid kemudian juga menghapuskan Departemen Penerangan. Meski para wartawan masih tetap mendapat ancaman intimidasi, kekerasan, bahkan pembunuhan, dengan dihapuskannya Deppen paling tidak pers punya hak untuk menyebarkan informasi yang bebas dari sensor melalui bentuk media apapun.
Mengikuti trend pengantaran media saat ini, Indonesia tidak ketinggalan dalam hal itu. Sebut saja dalam hal cetak jarak jauh, maupun penggunaan internet. Beberapa suratkabar seperti Kompas, Media Indonesia, Republika, Koran Tempo, Suara Pembaruan, Sinar Harapan, Bisnis Indonesia dan banyak lagi lainnya, telah dapat dibaca lewat layar monitor komputer. Tidak hanya yang berbasis koran atau majalah, media yang yang langsung menghuni jaringan maya ini pun ada, sebut saja seperti Detik.com, Kompas.com, Okezone.com, vivanews.com dan lain-lain.
Peran internet sebagai media alternatif ketika media dalam negeri dihantui ketakutan pasca pembredelan Tempo, Detik dan Editor, cukup signifikan. Lewat situs Apakabar, Pijar Online, IndoKini ataupun Indonews, pendapat maupun cerita-cerita unik yang tak mungkin dipublikasikan media umum di Indonesia, bisa dibaca. Situs-situs tersebut, termasuk hadirnya Tempo Interaktif, membalikan pendapat bahwa kebebasan pers bisa dipasung hanya karena sebuah SIUPP.
Penulis
Dharma
di
20.57
0
komentar
Link ke posting ini
Label: artikel lain
Selasa, 16 Februari 2010
Anjing Terpopuler Didunia
ANJING PALING DISUKAI DI DUNIA
Anjing adalah mamalia karnivora yang telah mengalami domestikasi dari serigala sejak 15.000 tahun yang lalu atau mungkin sudah sejak 100.000 tahun yang lalu berdasarkan bukti genetik berupa penemuan fosil dan tes DNA. Penelitian lain mengungkap sejarah domestikasi anjing yang belum begitu lama.
Anjing telah berkembang menjadi ratusan ras dengan berbagai macam variasi, mulai dari anjing tinggi badan beberapa puluh cm seperti Chihuahua hingga Irish Wolfhound yang tingginya lebih dari satu meter. Warna bulu anjing bisa beraneka ragam, mulai dari putih sampai hitam, juga merah, abu-abu (sering disebut “biru”), dan coklat. Selain itu, anjing memiliki berbagai jenis bulu, mulai dari yang sangat pendek hingga yang panjangnya bisa mencapai beberapa sentimeter. Bulu anjing bisa lurus atau keriting, dan bertekstur kasar hingga lembut seperti benang wol
Masih terdapat banyak lagi contoh neoteni pada anjing, masing-masing ras mendapat perlakuan neoteni yang berbeda-beda bergantung pada sifat-sifat anjing yang diingini.
- Anjing gembala penjaga hewan ternak menunjukkan sifat-sifat anjing pemburu, namun secara terkendali. Anggota kelompok ini seperti Border Collies, Belgian Malinois dan German Shepherd menggunakan taktik pemburu terhadap hewan buruan untuk menakut-nakuti agar kawanan ternak bisa dikendalikan. Naluri alami untuk membunuh hewan buruan ditekan melalui latihan. Anjing ras lain yang termasuk ke dalam kelompok ini, seperti Welsh Corgi, Canaan, dan Australian Cattle bertindak lebih agresif sewaktu menggembalakan ternak. Sekaligus memanfaatkan bentuk tubuh yang lebih kecil untuk mengelak dari hewan yang melawan.
- Anjing pemburu (gun dog atau bird dog) merupakan teman manusia sewaktu berburu. Anjing pointing breed (penunjuk lokasi buruan), setter (pencari hewan buruan), spaniel dan retriever (pemungut buruan) mengalami pedomorfosis tingkat menengah. Ikut berburu bersama “kawanan,” tapi hanya berperan sebagai “pemburu” yunior yang tidak ikut ambil bagian dalam penyerangan yang sesungguhnya. Anjing jenis ini menemukan hewan target yang potensial dan membuatnya tidak bisa melarikan diri, tapi menahan diri dan tidak menyerang buruan. Kesempatan menyerang justru diberikan kepada pemangsa yang lebih dewasa. Hasilnya adalah anjing ras dengan tingkah laku “penunjuk” lokasi hewan buruan. Sama halnya dengan tingkah laku anjing “pemungut” yang tidak membunuh sendiri hewan buruannya. Mereka hanya bertugas memungut hewan buruan yang sudah mati atau terluka dan membawanya untuk rekan-rekan sesama “kawanan.” Ciri fisik anjing pemburu lebih dekat dengan anjing dewasa dibandingkan dengan anjing penggembala, tapi biasanya tidak memiliki daun telinga yang tegak.
- Anjing pelacak (Scenthound)tetap mempunyai ukuran tubuh sedang dan pola tingkah laku membuntuti mangsa dengan cara mengikuti jejak baunya. Anjing yang termasuk ke dalam kelompok ini tetap menahan diri untuk tidak menyerang mangsa sendirian, dan perlu memanggil pimpinan kawanan (dalam hal ini, manusia) untuk menyelesaikan tugasnya. Beagle, Bloodhound, Basset Hound, Coonhound, Dachshund, Fox Hound, Otter Hound, dan Harrier termasuk ke dalam kelompok ini.
- Sighthound merupakan anjing yang mengejar dan menyerang segala mangsa yang terlihat. Anjing yang termasuk ke dalam kelompok ini tetap mempertahankan bentuk fisik anjing dewasa, dengan ciri fisik khas seperti dada sempit dan tubuh yang langsing. Tapi anjing jenis ini sudah tidak lagi memiliki daun telinga tegak dan bulu dua lapis mirip mantel seperti yang dimiliki serigala. Afghan, Borzoi, Saluki, Sloughi, Pharaoh Hound, Azawakh, Whippet, dan Greyhound termasuk ke dalam kelompok ini.
- Jenis Mastiff yang bertubuh besar dan tinggi, memiliki bagian dada yang besar seperti drum, tulang yang besar dan tengkorak yang tebal. Kelompok anjing ini secara tradisional dibiakkan untuk perang dan anjing penjaga.
- Jenis Bulldog yang berukuran tubuh sedang, dibiakkan untuk berkelahi melawan hewan peliharaan lain atau binatang liar. Anjing jenis ini memiliki tengkorak persegi, tulang yang besar, bahu yang lebar, dan berotot kuat.
- Jenis Terrier memiliki sifat agresif dan kurang tunduk pada anggota kawanan yang lebih senior. Kelompok ini memiliki ciri fisik anjing dewasa seperti telinga tegak, walaupun jenis yang disenangi kebanyakan berukuran tubuh kecil dan memiliki kaki yang pendek, sehingga anjing jenis ini bisa mengejar mangsa yang berada di dalam liang.
Penulis
Dharma
di
23.05
0
komentar
Link ke posting ini
Label: Artikel Satwa
MELATIH ANJING PENJAGA


A. Mengapa Anjing perlu dilatih
Perilaku dan sikap anjing jika tidak dilatih maka kemungkinan besar justru akan menimbulkan masalah dan membuat susah. Yang terkena dampak itu selain anjingnya sendiri, bisa juga terhadap pemiliknya dan hewan lain yang berada di lingkungan bersama anjing. Perilaku dalam membuang kotoran, menjaga lingkungan rumah, menjaga individu atau barang, mengontrol gonggongan, bersosialisasi terhadap orang, menuruti perintah pemiliknya dan lain sebagainya sebenarnya dapat dilatih.
Bagi anjing yang tidak dilatih, perilaku seperti menyerang orang lain yang sebenarnya hanya sekedar lewat, mencenderai hewan lain, mencederai orang, tidak patuh terhadap pemiliknya dapat membahayakan anjing itu sendiri. Misalkan tiba-tiba orang yang hendak diserang atau dicederai justru menyerang balik dengan senjata tajam atau tidak dapat patuh mengikuti pemiliknya ketika sedang diajak jalan-jalan yang seenaknya berlari ke jalan raya dan mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Contoh seperti itulah yang dapat mengakibatkan keselamatan anjing menjadi terancam jika tidak dilatih. Atau bagi pemiliknya, jika hanya kecelakaan atau luka akibat contoh tersebut maka kita wajib mengobatinya yang untuk perawatannya saja membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan kemudian kemungkinan besar kita akan dijauhi oleh sesama pemilik anjing karena dianggap tidak dapat mengendalikan anjing kita sendiri dan dapat membahayakan anjing miliknya.
B. Langkah awal bagi pemilik untuk melatih anjing
Perilaku dan sikap yang baik dari setiap anjing dapat dilatih dan diajarkan oleh pemiliknya atau trainer yang berpengalaman. Secara umum, setiap anjing sebenarnya dapat dilatih, namun kecepatan daya tangkap dan periode belajar dalam memahami setiap perintah, larangan atau pun perilaku yang diajarkan dan dilatih setiap anjing berbeda-beda. Jadi kunci sukses dalam melatih anjing ada pada pelatih anjing. Jenis anjing penjaga merupakan jenis anjing yang memiliki tingkat intelegensia yang cukup tinggi dibandingkan ras anjing lainnya. Anjing ras herder, dobermann dan rottweiler merupakan salah satu jenis anjing penjaga yang dapat diandalkan. Dengan daya tangkap yang cepat, mereka akan cepat belajar dan mengikuti perintah atau larangan yang kita ajarkan.
Sebagai pemilik yang akan melatih anjingnya sendiri perlu diperhatikan beberapa aturan main atau kondisi dalam melatih anjing diantaranya :
1. Jalin komunikasi, hubungan dan suasana yang baik dan erat antara anda dengan anjing anda. Bentuk hubungan itu dengan cara selalu bersama anjing sesering mungkin dan selalu ramah kepada anjing yang dilatih. Dengan begitu, pada saat proses pelatihan anjing tersebut tidak akan merasa malu-malu atau tidak melaksanakan perintah karena terbiasa dengan perintah, perkataan dan tindakan dari anda.
2. Bersabar dan Disiplin. Bersabar karena dalam memberikan perintah, anjing tidak akan langsung mengerti dan melaksanakannya, perlu dilakukan pelatihan secara berulang-ulang dan hal itu membutuhkan kesabaran. Sebaiknya ajari anjing dalam satu kali latihan adalah satu perintah saja. Disiplin dalam pelatihan perlu diterapkan, dengan metode “punishment and reward” maka anjing secara tidak langsung akan mengerti apa yang salah dan apa yang dianggap benar oleh kita. Berikan koreksi secara cepat ketika anjing salah mengartikan perintah kita atau tidak melaksanakannya. Kemudian jika anjing melaksanakannya, cepat beri mereka pujian.
3. Perintah, Perkataan dan Perilaku yang tepat. Perintah yang diberikan kepada anjing harus tegas dan jelas. Jangan memberi perintah yang terus-menerus dan beruntun karena anjing akan merasa bingung, perintah yang terlalu keras pun dapat membuat anjing menjadi stress dan minder. Perintah dapat dilakukan dengan isyarat, gerakan tangan dan perkataan. Perkataan untuk suatu perintah haruslah dengan kata yang sama di setiap pelatihan. Suara dan kecepatan bicara yang sama akan lebih baik. Misalkan dalam perintah duduk, kita menyebutkan kata “sit” , maka untuk setiap pelatihan selanjutnya kita tetap sebutkan kata “sit” untuk perintah duduk, jangan merubahnya menjadi “duduk”, “get down” atau apa pun. Perilaku seperti memarahi anjing dengan kasar dan menjerit karena anjing terus menerus melakukan kesalahan sehingga anda kehilangan kesabaran wajib tidak boleh terjadi. Setiap kali ingin mengakhiri pelatihan, sebaiknya akhiri dengan sesuatu yang benar yang dilakukan oleh anjing sesuai dengan apa yang diperintahkan.
4. Pahami anjing anda, kenali karakternya dan pelajari sikapnya. Anjing akan merasa malu jika salah dan menunjukkan gerak-gerik gelisah seperti seperti tidak berani menatap mata tuannya dan pergi menjauh tiba-tiba. Dan merasa gembira jika menggonggong nyaring sambil mengibaskan ekornya. Karakter setiap anjing berbeda-beda, dengan terjalinnya keakraban dan komunikasi yang erat baru kita akan mampu mengenali karakter anjing yang dilatih supaya anda dapat dengan bijak dan tepat menentukan tahapan latihan yang akan diberikan.
C. Hukuman dan Pujian
Dalam memberikan pengertian antara sikap atau perilaku yang salah dan benar untuk anjing, salah satu caranya adalah dengan memberikan hukuman jika sikap mereka menunjukkan kesalahan atau berikan pujian jika benar. Pujian hendaknya dilakukan segera setelah anjing melakukan sesuatu sesuai dengan perintah, sehingga anjing tahu akan tindakan yang benar akan mendapat pujian, pujian dapat berupa perkataan memuji, pakan, dan tindakan. Anakan anjing berumur 3-6 bulan cenderung merespon pujian berupa perkataan dan pakan. Untuk anjing dewasa lebih cocok dengan tindakan seperti mengelus, membelai dan tepukan tangan (clap).
Perkataan pujian diantaranya adalah “great”, “good dog”, “bagus”, dan lain sebagainya. Hendaknya pilih hanya satu perkataan yang digunakan setiap kali memberikan pujian. Dengan perkataan yang berbeda-beda, maka anjing cenderung bingung dan bisa saja hal tersebut menurut anjing bukan sebagai pujian. Memberikan pakan sebagai pujian bukan berarti kita memberikan pakan yang rutin kita lakukan sehari-hari, cukup snack atau cookies saja dengan jumlah yang sedikit, hal ini untuk menghindari tersedak atau usus melilit karena pelatihan lagi yang harus dilakukan kembali, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa pelatihan sebaiknya dilakukan berulang-ulang. Tindakan yang sebaiknya dilakukan dalam memberikan pujian adalah elusan, belaian, tepukan dan pijitan halus. Lakukan pada bagian tubuh yang sensitif seperti dada, kepala, tengkuk, bagian bawah mulut dekat kerongkongan dan punggung. Lakukan dengan penuh kasih sayang dan dekati anjing dengan berjongkok dan sedikit mendekatkan wajah anda kepada kepalanya. Tidak perlu terlalu lama dalam memberikan pujian tindakan ini, cukup 10 detik dengan frekuensi yang sering.
Hukuman yang diberikan kepada anjing pada saat latihan harus sesegera mungkin dilakukan jika anjing melakukan kesalahan atau tidak menurut kepada perintah. Memberikan hukuman setelah waktu pelatihan atau tidak sesegera mungkin tidak akan memberikan efek kepada perbaikan kesalahan dan dipastikan anjing akan akan mengulangi kesalahannya. Lakukan koreksi atau pengulangan segera jika telah diberikan hukuman. Hukuman bagi anjing dapat berupa perkataan atau tindakan. Perkataan dapat seperti “no”, “jelek”, “tidak”, ”jangan” dan lain sebagainya dengan intonasi yang sedikit tinggi dan menatap tajam . Tindakan dapat berupa menggelengkan kepala, mengoyangkan tangan tanda tidak boleh atau jangan hingga hukuman fisik kepada anjing seperti sedikit menarik tali penuntun dengan perkataan tertentu seperti “jelek”. Perlakuan hukuman tidak boleh terlalu keras seperti memukul dengan benda keras dan membentak, karena hal ini menyebabkan anjing akan menjadi penakut dan tidak percaya diri.
D. Waktu Pelatihan
Setiap sesi latihan, anjing membutuhkan konsentrasi yang tinggi. Oleh sebab itu perlu adanya pengaturan jadwal untuk latihan. Anjing memiliki periode konsentrasi yang terbatas, jika terlalu lama maka dia akan merasa bosan dan tidak berkonsentrasi sehingga banyak kesalahan yang akan dia perbuat. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi hal tersebut setiap kali latihan perlu diselingi sesi bermain.
Lama waktu latihan bagi anak anjing setiap kali sesi latihan cukup 10 menit, sedangkan untuk anjing dewasa cukup hingga 30 menit. Waktu kegiatan latihan pun sebaiknya harus rutin setiap hari pada jam tertentu, misalkan pada pagi hari 08.00 – 10.00 atau sore hari 15.00-17.00. Untuk anjing yang memang sudah terlatih dan melakukan sesi latihan hanya untuk memelihara kemampuannya, periode latihan cukup hanya diberikan setiap minggu saja, tetapi jangan sampai terlalu lama tidak dilatih, karena hal ini biasanya akan berakibat pada hilangnya kemampuan dan lama merespon perintah yang diberikan.
E. Beberapa Macam Latihan
A. Memanggil nama
Latihan ini merupakan awal kita untuk melatih kepada sesi berikutnya, dengan mengerti memanggil nama maka anjing diharapkanakan datang ke pelatihnya. Anjing juga memerlukan nama, sehingga memudahkan memanggilnya, terlebih jika hewan atau anjing peliharaan anda cukup banyak sehingga memanggil nama menjadi hal yang utama diterapkan dalam melatih. Nama sebaiknya diberikan pertama kali pada saat anjing ada di rumah anda atau pada saat anjing berumur kurang lebih dua bulan.
Memanggil nama cukup mudah melatihnya, jika anjing anda telah memiliki nama, panggil anjing anda, jika tidak menunjukkan reaksi apa-apa. Lakukan sembari menepuk tangan atau sedikit berikan “perangsang” berupa pakan atau snack, hal ini untuk menarik perhatian anjing. Jika anjing tersebut menghampiri anda berikan pujian atau berikan snack tersebut, hingga anjing mengerti hal yang dilakukan adalah benar.
B. Tertib Buang Kotoran
Latihan dasar tertib buang kotoran ini sebenarnya tidak hanya dapat diterapkan kepada jenis anjing penjaga, tetapi dapat juga kepada anjing ras lainnya. Pada dasarnya anjing yang sering membuang kotoran sembarangan jika tidak dikandangkan. Buang kotoran sering dilakukan oleh anjing setelah makan. Melatih anjing untuk tertib buang kotoran pada tempatnya perlu kesabaran dan konsisten secara rutin, anjing akan belajar berdasarkan dari apa yang dilihat, didengar dan dialaminya.
Cara untuk melatihnya adalah jika melihat anjing peliharaan anda buang kotoran sembarangan, misalnya pada karpet, keset, lantai teras atau di jalan, segeralah memegangnya atau menangkapnya, tunjuk kotoran tersebut dan berkata “jelek” atau “tidak” dengan intonasi yang sedikit keras sambil menatap matanya. Koreksi kesalahan tersebut dengan mengambil dan membuangnya ke tempat yang seharusnya dengan sepengetahuan anjingnya. Latihan terus-menerus dapat menyebabkan anjing mengerti bahwa hal itu adalah salah. Dan kemudian antisipasi supaya anjing buang kotoran pada tempatnya, sebaiknya buatkan tempat khusus semacam boks kayu yang tidak terlalu tinggi supaya anjing dapat melangkah masuk kedalamnya dengan diisi tanah atau pasir. Boks ini dapat ditempatkan di dalam kandang. Begitu sesudah makan umumnya anjing akan buang kotoran, jika terlihat sedang mencari sesuatu atau bolak-balik tidak menentu, tempatkan anjing anda pada boks, maka anjing itu akan buang kotoran dengan sendirinya. Disarankan tanah atau pasir telah berbau kotorannya sehingga mereka menyadari bahwa tempat boks itu adalah tempat untuk buang kotoran.
B. Duduk, Berdiri, Berjalan dan Duduk tinggal
Latihan duduk, berdiri dan berjalan merupakan salah satu yang harus dikuasai awal pertama kali kita mengajarkan kepatuhan dan ketaatan pada anjing. Latihan ini perlu dilakukan secara berulang kali, biasakan anjing menerima perintah hanya dengan perkataan, jika hal itu sudah dapat dilaksanakan maka bisa dikatakan anjing itu telah lolos sesi latihan ini.
Latihan duduk dilakukan dengan mengatakan “duduk” atau “sit” pada anjing, jika keadaan awalnya adalah berdiri maka sembari mengucapkan kata tersebut hendaknya dengan menekan bagian belakang punggung atau pantatnya ke bawah. Jika anjing dari keadaan tiarap, perintahkan dengan menyebut kata tersebut dengan mengangkat bagian belakang hingga posisi anjing dalam keadaan duduk. Hal lainnya bisa dengan sedikit “perangsang” seperti pakan atau snack, yaitu pada saat ingin memberikan pakan tersebut dalam keadaan anjing berdiri dan sedikit mendongak, katakan perintah duduk sembari menekan bagian belakangnya, jika telah dalam posisi duduk baru berikan snack tersebut.
Latihan berdiri sebaiknya dibiasakan anjing berdiri pada posisi sebelah kiri pelatih atau orang. Jika anjing memulai posisi dari duduk, gunakan perintah seperti “berdiri” atau “up” sembari mengangkat badannya hingga posisinya berdiri. Latihan berjalanpun dilakukan pada posisi sebelah kiri dengan memulai jalan dari pelatihnya sambil menyebut perintah “jalan” atau “walk” yang secara tidak langsung akan menarik tali penuntun sehingga anjing akan ikut berjalan, supaya jalannya seirama dan berbarengan selalu kontrol dengan menarik tali penuntunnya.
Latihan duduk tinggal sebelumnya anjing harus mengerti perintah duduk. Perintah tinggal dilakukan dengan perkataan “diam” atau “stay” dengan berawal dari pelatih berada disampingnya dan anjing tersebut dalam keadaan duduk, sebutkan perkataan perintahnya dan mundur selangkah dari hadapannya, jika anjing mulai sedikit berdiri atau berubah posisi, ucapkan “salah” sembari menghampiri kembali dan mengkoreksi posisinya hingga duduk kembali. Ulangi langkah tersebut hingga anjing mengerti bahwa perintah tersebut dilakukan, katakana “bagus” atau “good” jika anjing berhasil melakukannya. Lakukan juga dengan menjauhi jarak anjing dengan anda sedikit demi sedikit hingga anjing mengerti bahwa perintah “stay” atau “diam” berarti hanya duduk dan kemudian ditinggalkan oleh pelatihnya.
C. Bersalaman, Mengambil barang dan Memberikan kembali
Bersalaman sangat berguna untuk latihan kepatuhan kepada tuannya atau kepada orang lain dengan perintah dari tuannya. Anjing yang mengerti perintah bersalaman memberikan kesan kepada orang lain sebagai anjing yang ramah. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan menyebut perintah “salam” sembari mengulurkan tangan kita mengajaknya bersalaman. Jika anjing tidak menunjukkan reaksinya maka lakukan sekali lagi dengan mengangkat kaki kanan bagian depan anjing. Lakukan hal ini berulang kali hingga anjing mengerti perintah bersalaman dengan setiap menyebutkan perintah dari pelatihnya maka anjing akan mengangkat kakinya, segera berikan pujian setelah itu.
Mengambil benda atau barang sangat berguna misalkan pada saat Koran pada pagi hari dilemparkan ke pekarangan rumah, maka jika anjing telah mengerti dan terbiasa secara langsung anjing akan mengambilnya dan memberikannya kepada pemilik atau pelatihnya. Awal latihan pertama adalah dengan menyiapkan benda kesukaannya seperti tulang mainan, bola karet dan boneka. Raihlah perhatiannya dengan mengoyangkan benda tersebut hingga anjing memerhatikan benda tersebut, lemparkan benda tersebut ke depan, sebutkan perintahnya seperti “ambil”. Jika anjing tersebut hanya diam, tuntun dia ke arah benda tersebut dan sodorkan kepada mulutnya hingga benda tersebut digigit, berikan pujian sebagai tanda benar. Ulangi saja langkah tersebut hingga anjing mengerti perintah mengambil barang. Jika telah mengerti, lemparkan benda hingga anjing mengambilnya dan panggil nama anjing tersebut maka anjing tersebut akan menghampiri kembali. Untuk melepaskan benda yang diambilnya dari gigitan, berikan perintah seperti “lepas” sambil mengambil benda dari mulut anjing dan berikan pujian perkataan dan tindakan mengelusnya.
D. Mengontrol Gonggongan
Menggonggong atau menyalak merupakan naluri alamiah dari seekor anjing, namun jika hal tersebut mengganggu lingkungan sekitar atau tidak pada tempatnya sebenarnya cukup mengganggu. Menggonggong berguna untuk memperingatkan pemilik atau kita akan sesuatu yang terjadi yang mungkin dapat bersifat bahaya atau waspada. Jika pada saat yang tidak perlu menggonggong kemudian anjing anda menggonggong, latihlah memberhentikan gonggongannya dengan perintah seperti “cukup” atau menyebut nama anjing anda. Jika anjing tidak berhenti, lakukan perintah dengan intonasi yang tinggi atau jika terdapat tali penuntun tariklah hingga anjing sedikit tercekik, maka anjing akan berhenti menggonggong, kendurkan kembali talinya dan berikan pujian bahwa hal itu benar dilakukan. Atau keadaannya justru anda ingin anjing anda menggonggong dengan menyebut perintah seperti “gonggong”, tetapi anjing anda terlihat diam saja. Hal ini dapat dilatih dengan bantuan “pemancing” atau seseorang yang terlihat ingin mengganggu. Sebutkan perintahnya dan jika anjing itu tetap diam, seorang “pemancing” harus bertingkah seakan mengganggu atau mengejek anjing tersebut hingga anjing tersebut menggonggong, berhati-hatilah dengan anjing yang agresif, karena bisa saja justru mereka akan menyerang orang tersebut, guna kan selalu tali penuntun, brongsong mulut anjing yang akan mencegah anjing menggigit dan jika perlu gunakan pengaman tangan (arm protector) kepada “pemancing”.
E. Mengejar, Menyerang dan Melepaskannya
Latihan ini sangat efektif untuk jenis anjing penjaga yang memang ditugaskan untuk melindungi pemiliknya atau tuannya dari tindak jahat seseorang atau menjaga benda atau barang yang penting. Latihan ini perlu dilakukan dengan seorang “pemancing” atau biasa disebut agigator. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, hendaknya sang “pemancing” menggunakan pelindung tangan (arm protector) sebagai fokus utama jika terjadi penyerangan oleh anjing.
Pada tahap awal, anjing dalam keadaan diam, kemudian sang “pemancing” yang telah dilengkapi pelindung tangan bergerak mendekati anjing dan kemudian pemilik atau pelatih memerintahkan penyerangan seperti perkataan “serang” sambil menunjuk sang “pemancing”. Secara naluri, anjing akan mengejar agigator tersebut dan menyerangnya, segera ulurkan pelindung tangan oleh agigator, maka anjing tersebut akan menggigitnya. Jika anjing terlihat diam saja atau tidak agresif, tuntunlah ke arah agigator tersebut, ulurkan pelindung tangan tadi hingga anjing menggigitnya.
Latihan untuk melepaskannya dilakukan dengan perintah seperti “lepas” dan tali penuntun ditarik atau dihentakkan ke belakang. Jika anjing tetap menggigit, lakukan secara paksa dengan membuka mulutnya hingga gigitannya terlepas. Jika sudah terlepas, segera berikan pujian dengan mengelus badannya.
Untuk menjaga barang atau benda yang penting, latihlah dengan mengenal objek yang akan dijaganya, agigator atau sang “pemancing” berpura-pura akan mengambil barang tersebut, kemudian jika telah terjadi kontak mata antara agigator dan anjing, maka agigator terlihat takut dan mundur tidak jadi mengambil barang atau benda tersebut. Perintahkan menggonggong pada saat latihan penjagaan ini. Anjing harus dalam keadaan merasa ditakuti atau menjadi pemenang dalam hal ini, karena akan menumbuhkan kepercayaan diri, ditambah dengan pujian sebagai tanda berhasil menjaga benda tersebut.
Penulis
Dharma
di
22.57
0
komentar
Link ke posting ini
Label: Artikel Satwa
Rabu, 27 Januari 2010
Bluetooth Security System Study with Safer + algorithm
Safer + algorithm
The general structure of encryption and decryption algorithms Safer + shown in the figure-12. In the image input block of plaintext encryption is 16 bytes. Plaintext block is passed through the encryption round r, where r is determined based on the encryption key length chosen, as follows:
- If the key length = 128 bits, then r = 8 rounds
- If the key length = 192 bits, then r = 12 rounds
- If the key length = 256 bits, then r = 16 rounds
Round Two 16-byte subkey used in each round of encryption. Round subkey (K1, K2, ...., K2r) is determined based on the keywords chosen by the user in accordance with the key schedule. At the end of the round subkey dilakkukan round sum K2r +1 with block encryption generated by r rounds. Its provisions bytes 1, 4, 5, 8, 9, 12, 13, and 16 are both aggregated bits-per-bit with Modulo two (operation "exlusive-or"), and bytes 2, 3, 6, 7, 10 , 11, 14, and 15 together with Modulo 256 sum (sum operations bytes). Addition of K2r +1 round subkey is "output transformation" for encryption Safer + which produces 16-byte block of ciphertext.
As shown in the figure-12, the input for decryption is the 16-byte block of ciphertext. Decryption begins with "input transformation" that returns (to undo) output transformation in the encryption process. On the input transformation, round subkey with K2r deducted +1 ciphertext blocks, namely subkey byte 1, 4, 5, 8, 9, 12, 13, and 16 are both aggregated bits-per-bit in the Modulo two (operation "exlusive - or ") with the ciphertext bytes, and bytes 2, 3, 6, 7, 10, 11, 14, and 15 together in Modulo 256 deductible (the sum of operating bytes) with ciphertext bytes. The results of this operation with 16-byte blocks generated by the encryption prior to transformation output. The next block is passed to the decryption round r, round 1 is the inverse of the encryption round r, round 2 is the reverse of encryption round r-1, and r is the reverse cycle of the encryption round 1 which will produce original plaintext block.
Round Encryption 4.1 Safer +
Details of each round of encryption on Safer + algorithm is shown in the picture-13a. The first operation in round i, for 1 i r, is the sum of the round subkey K2i-1 with 16-byte input round. Its provisions, bytes 1, 4, 5, 8, 9, 12, 13 and 16 are both aggregated bits-per-bit in Modulo two, and bytes 2, 3, 6, 7, 10, 11, 14 and 15 joint - the same sum in Modulo 256. Sixteen bytes of result of this operation further processed by the nonlinear layer. For byte-byte j = 1, 4, 5, 8, 9, 12, 13 and 16 then the value of j in the byte convert to 45x mod 257 (with the convention that if x = 128 then 257 = 45,128 mod 256 is represented by 0 ), another byte is 2, 3, 6, 7, 10, 11, 14 and 15, the value of byte x j is converted to log45 (x) (with the convention that if x = 0 then the result log45 (0) is represented by 128) . Key rotation K2i summed with the results from the nonlinear layer, which is bytes 2, 3, 6, 7, 10, 11, 14 and 15 are both aggregated bits-per-bit in Modulo two, the other bytes 1, 4, 5, 8, 9, 12, 13, and 16 joint-sam summed in Modulo 256. Sixteen bytes of this sum is:
x = [x1, x2, x3, x4, x5, x6, x7, x8, x9, x10, x11, x12, X13, X14, x15, x16]
then the matrix M postmultiplied with Modulo lap 256 to get 16 bytes of output, namely:
y = [y1, y2, y3, y4, y5, y6, Y7, Y8, y9, Y10, y11, y12, y13, y14, y15, y16]
or
y = xm
Penulis
Dharma
di
20.35
0
komentar
Link ke posting ini
Label: Komputer


